Disdik Inventarisir Ratusan Ruang Kelas Rusak

30 November 2016 
1046

BEKASI - Pasca ambruknya ruang labotarium SMPN 4 Kota Bekasi, ternyata masih ada ratusan lagi ruang kelas rawan roboh. Rata-rata bangunan yang rusak itu sudah memiliki usia sampai puluhan tahun. “Untuk sementara ada sekitar 200 ruang kelas yang rawan ambruk. Tapi kami masih akan inventarisir jumlahnya lagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnen, kepada wartawan. Alex menambahkan, jumlah 200 bangunan itu bukan terjadi satu tingkatan saja, melainkan dari tingkatan SD, SMP, SMA. Dan sekarang kata dia, seluruh bangunan itu telah dilakukan pengawasan. “Paling banyak jumlah kerusakan ada di sekolah dasar yang totalnya mencapai 175 ruang kelas, sisanya terbagi dari tingkat SMP, dan SMA,” katanya. Untuk memaksimalkan pemeliharaan bangunan ruang kelas, pihaknya telah mengusulkan bidang sarana dan prasarana di Dinas Pendidikan. Bidang tersebut, kata dia, khusus mengawasi dan melakukan pemeliharaan bangunan sekolah yang sudah tua. "Bidang itu bisa mengusulkan alokasi anggaran pemeliharaan," kata Alex. Alex menjelaskan, sejauh ini pemeliharaan bangunan sekolah mengandalkan anggaran bantuan operasional sekolah daerah. Anggaran tersebut tidak bisa maksimal, lantaran harus terbagi untuk kebutuhan operasional sekolah lainnya. Karena itu, diakui dia, butuh anggaran khusus pemeliharaan yang dialokasikan dari APBD. “Mudah-mudahan bidang baru bisa aktif tahun depan,” tutupnya. (put)


comments