Kota dan Kab Bekasi Saling Ngotot Terkait Aset PDAM TB

22 November 2016 
3351

BEKASI – Lika liku pemisahan asset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi berjalan alot. Kedua pemerintah kota dan Kabupaten Bekasi saling ngotot terkait dana yang ada di dalam badan milik kedua pemerintah tersebut. “Saat ini kami masih terus meminta keputusan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat terkait masalah pemisahan asset ini,” kata Kepala Bagian Ekonomi pada Pemerintah Kota Bekasi, Heri Isrimiradi. Heri mengatakan, hingga sekarang baru ada dua kantor cabang pembantu (KCP) yang diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi yakni KCP Wisma Asri, dan KCP Harapan Baru. Menurut dia, dua KCP itu sudah diserahkan, tapi dipertengahan jalan ada sedikit kendala. “Salah satu kendalanya adalah masalah uang kompensasi yang diminta oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi,” ujarnya. Dalam permintaah uang kompensasi itu, kata Heri, pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi beralasan karena asset di dua kantor cabang pembantu pernah diberikan modal. Dan total uang yang diminta mencapai  miliaran rupiah. “Jumlahnya puluhan miliar juga, tapi angkanya saya tidak hafal,” imbuhnya. Menurut Heri, Pemerintah Kota Bekasi juga meminta haknya sebagai pemilik modal saat masih bekerjasama. Permintaah uang modal itu, kata  Heri, sah-sah saja dilakukan dalam etika bisnis. Sehingga Pemerintah Kabupaten Bekasi harus menerima kenyataan tersebut. “Kalau modal itu diberikan sejak 1998 lalu. Maka yang diminta kurang lebih sampai Rp 50 miliar,” tutupnya. (put)  


comments