Puasa, Pengguna Gigi Palsu Rentan Bau Mulut

06 Juli 2015 
121

JAKARTA - Di bulan puasa, pengguna gigi palsu wajib memperhatikan kesehatan mulut. Pasalnya, pengguna gigi palsu rentan mengalami masalah bau mulut. Pengajar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Moestopo drg Susi R Puspitadewi, SpProst menjelaskan, gigi palsu terbuat dari bahan berpori, kerap meninggalkan sisa makanan yang menempel dan mengundang bakteri. "Bau mulut itu terjadi karena bakteri melepaskan sulfur. Bakteri ini hanya tumbuh pada kondisi gigi yang tidak bersih. Sementara gigi tiruan kan permukaannya berpori, sehingga memungkinkan ada sisa makanan yang melekat," papar drg Susi saat temu media GSK Oral Health di Senayan, Jakarta. Kurangnya asupan cairan, membuat fungsi air liur akan berkurang. Secara otomatis, puasa menyebabkan potensi bau mulut lebih meningkat. "Akibatnya proses self-cleansing atau pembersihan alami rongga mulut akan tidak maksimal. Iklim rongga mulut dan gigi yang kering tempat favorit bagi bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan bau mulut," ujarnya. Sementara bagi pengguna gigi palsu, wajib membersihkan gigi secara rutin. drg Susi pun menyarankan, pembersihan dapat dilakukan setiap hari. "Biasanya setelah makan, mungkin sehabis sahur atau berbuka. Atau sebelum tidur. Kapan saja yang penting harus dibersihkan," tandasnya.(SINDOnews)


comments